Enaknya Ayam Pencok, Kuliner Tradisional Grobogan yang Langka

14 views

Ayam pencok merupakan kuliner tradisional asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ayam pencok adalah olahan ayam kampung yang dibakar merata di atas bara api dengan durasi lama.

Konon, dahulu ayam pencok menjadi salah satu menu sajian ritual kepercayaan maryarakat bagian timur Kabupaten Grobogan.

Identitas ayam pencok pun perlahan kian meredup. Hanya tersisa segelintir warung makan yang bertahan menjajakan penganan unik nan lezat ini.

Salah satunya warung makan “Mbok Soem” di Dusun Bungas, Desa Sulursari, Kecamatan Gabus yang juga menawarkan masakan khas peninggalan leluhur ini.

Butuh kesabaran ekstra menyusul proses pemanggangan ayam, untuk bisa menikmati seporsi ayam pencok.

Proses masak ayam pencok butuh waktu sekitar satu jam. Pembakaran ayam tidak sembarangan. Jarak ayam dengan arang panas sekitar 15 sentimeter.

Hasilnya pun tak perlu diragukan. Daging ayam terasa sangat empuk, pun demikian juga dengan bumbu khas jawa yang merasuk hingga ke tulang.

Tidak selazimnya ayam panggang yang dihidangkan dengan oplosan bumbu legit, ayam pencok justru menghilangkan cita rasa seperti itu.

Ayam pencok berasa renyah dan gurih atas peran dari ramuan bumbu rahasia warisan leluhur.

Ciri khas lainnya, seporsi ayam pencok wajib disantap dengan sambal urap.

Uniknya, sambal dari parutan kelapa tersebut sebelumnya dikukus hingga dipanggang dengan dibungkus daun pisang.

Sebagian besar resep sambal urapn masih umum seperti di antaranya parutan kelapa, bawang merah, bawang putih, cabai, kencur dan daun jeruk.

Cara masak ayam pencok

Pemilik Kedai Mbok Soem, Siswanto (49) menjelaskan proses memasak ayam pencok .

Awalnya, ayam kampung mentah diungkep dengan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, tumbar, kunyit, jahe dan serai sekitar satu jam.

Siswanto menyebut ada bumbu rahasia yang dicampur dengan bumbu ungkep tersebut sehingga menjadikan cita rasa yang berbeda.

Rampung proses ungkep, selanjutnya ayam dibiarkan hingga dingin sekitar dua jam.

“Nah selanjutnya baru dipanggang tanpa diolesi bumbu, ” kata Siswanto saat ditemui Kompas.com Minggu (28/2/2021).

Dijelaskan Siswanto, warung makam Mbok Soem diambil dari nama mendiang ibunya yang dulunya kesohor berbisnis ayam pencok, yang hanya melayani pemesanan.

Siswanto tergerak untuk mengembangkan bisnis ayam pencok.

Menurutnya kuliner tradisional khas masyarakat timur Kabupaten Grobogan tersebut tiada duanya dalam hal kenikmatan. Selain itu, Siswanto ingin melestarikan kearifan lokal setempat.

“Sangat disayangkan nama ayam pencok sudah tak lagi dikenal. Banyak yang bilang ayam pencok asli Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan,” kata Siswanto.

“Padahal kuliner ini juga ciri khas warga Kecamatan Gabus, Grobogan. Istilahnya kuliner khas masyarakat timur Kabupaten Grobogan. Dulunya disajikan untuk ritual sesaji,” kata pekerja swasta ini.

Kedai Mbok Soem yang dibuka pagi hingga malam ini cukup ramai dikunjungi pembeli.

Dalam sehari, Warung Mbok Soem yang baru awal merintis ini bisa menghabiskan 10 ekor ayam kampung.

Adapun harga satu ingkung ayam pencok dihargai Rp 90.000 dan untuk satu porsi ayam pencok harganya Rp 25.000.

“Ayam pencok disajikan dengan nasi, sambal urap dan kudapan. Bisa disajikan dengan ayamnya disuwir atau masih utuh,” jelasnya.

“Warung ini baru enam bulan dan sudah lumayan pengunjungnya. Ayam pencok laris karena hanya hitungan jari warung yang menjual ayam pencok di Grobogan,” pungkas Siswanto.

Pelanggan ayam pecok Warung Mbok Soem, Nuninggiastuti (52), mengatakan, setiap akhir pekan ia beserta keluarga selalu menyempatkan diri untuk menikmati ayam pencok olah Siswanto.

“Rasanya enak dan istimewa. Apalagi ada kudapan serta sambal urapnya yang maknyus. Dijamin sekali menjajal akan ketagihan,” kata Nuning.