Intip Rumah Mie Instan Solo, Jualan Mi Instan Daerah dan Luar Negeri

25 views

Seorang pengusaha yang tinggal di Kota Solo, Jawa Tengah, Aris Joko Saraswo, merintis ide usaha yang cukup unik yakni Rumah Mie Instan Solo.

Usaha ini ia buka pada awal 2021 tepatnya pada Rabu (20/1/2021).

Ratusan merek dan rasa mi instan merek lokal hingga Asia tersedia di Rumah Mie Instan Solo.

Varian harga mi instan yang dijual di Rumah Mie Instan Solo dijual mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 28.000. Pembeli bebas memilih mi instan yang terpajang rapi di rak toko.

Jenis mi instan yang dijual pun beragam, ada yang kemasan plastik, ada juga yang kemasan cup.

Rumah Mie Instan Solo yang berada di Jalan Kedampel nomor 24, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo buka pukul 10.00-20.00 WIB.

Aris dihubungi Tribunnews.com mengaku merupakan pendamping pelaku usaha di kelurahan dan kecamatan.

Ia pun berusaha memberikan inspirasi kepada masyarakat di sekitarnya untuk tetap semangat dalam berinovsi berbisnis.

“Dalam kondisi Covid harus tetap semangat dan kreatif. Wirausaha tetap bisa berjalan dan menambah usaha baru yang berhubungan dengan kebutuhan dasar,” tambahnya.

Sebelum membuka toko ini, Aris mengaku terinsipirasi oleh usaha yang hampir serupa di Jakarta.

Setelah melihatnya, ia langsung berkeinginan membuka usaha yang hampir sama.

“Saya sebagai entrepreneur yang melakukan amati, tiru, dan modifikasi (ATM) lalu buka di Surakarta,” jelasnya.

Mulai bisnis dari garasi rumah

Rumah Mie Instan Solo menempati sebuah garasi rumah. Aris mengaku terisnpirasi usaha Mark Zuckerberg serta pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin.

Aris berharap, meski usahanya dimulai dari garasi mampu menuai keberhasilan seperti Mark Zuckerberg.

Aris juga memberikan pesan, dalam membuka usaha bisa di manapun.

“Tempat usaha jasa bisa di manap saja, termasuk di dalam kampung. Jadi jangan berkecil hati, minder, takut, walaupun usaha kita di dalam gang atau di dalam kampung,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, usaha ini diawali dengan modal berkisar Rp 10 juta.

Walau baru saja dibuka, tapi banyak warga yang mulai berdatangan ke Rumah Mie Instan Solo.

Pria berusia 43 tahun ini menceritakan, masih ada kendala dalam usahanya.

Terutama mencari mi yang jarang dijual di pasaran dan berasal dari lokal, salah satunya berasal dari Cirebon.

Untuk mendapatkan aneka ragam produk mi, Aris mengumpulkan langsung dari pengepul hingga distributor.

“Ada yang dari distributor, ada yang langsung pabrik, ada yang dari pengepul,” jelas Aris.

Ia berharap ke depannya dapat menjual aneka jenis mi instan dari berbagai daerah.