Mengapa Steak dari Dry Aged Beef Harganya Mahal?

16 views

Steak dry aged beef kian populer dan disukai banyak pencinta daging berkualitas baik.

Harga seporsi steak dari dry age beef tidak bisa dibilang murah. Per 100 gram steak dry aged beef dihargai kisaran Rp 200.000.

Harga tersebut bisa lebih mahal tergantung jenis dan asal daging sapi.

Alasan steak dari dry aged beef dihargai mahal tak lain adalah proses dry aging yang rumit dan durasinya lama.

Selain itu, daging yang digunakan untuk proses dry aging tidak bisa sekadar daging dengan potongan kecil melainkan harus berpotongan besar sekaligus.

“Harus menggunakan daging primary cut. Ketika melakukan proses ini, sekitar 60 persen daging akan terbuang,” jelas Peter Zwiener, Co-Founder dari Wolfgang’s Steakhouse dikutip dari berita Kompas.com yang tayang Senin (27/1/2020).

Peter menyebutkan hanya sekitar 40 persen daging yang bisa diolah. Hal tersebut karena dalam proses dry aging, bagian luar daging akan mengering, membusuk, dan menyusut.

Bagian tersebut harus kamu buang ketika akan memasak daging.

Semakin lama kamu menyimpan daging, maka akan semakin banyak bagian yang mengering yang harus kamu buang.

Sebagai contoh, kamu mengeringkan sekitar lima kilogram daging. Maka yang bisa kamu olah nantinya mungkin hanya sekitar dua kilogram saja.

Harga menjadi mahal karena pembeli nantinya tetap harus membayar “ongkos” seharga lima kilogram daging sementara yang mereka makan hanya dua kilogram.

Belum lagi untuk mendapatkan daging tersebut butuh proses minimal tujuh hari bahkan ada dry aged beef yang diproses 120-200 hari.

Mesin khusus dry aging sendiri terbilang mahal. Dikutip dari situs penjual alat dry dry-ager.com harga mesin dry aging untuk 20 kilogram daging senilai 2.695 euro atau setara Rp 41 juta.