Reaksi Tya Ariestya Disebut Mirip Elly Sugigi setelah Langsing, di Sorot

173 views

Aktris Tya Ariestya mengunggah potret dirinya bersama anak laki-lakinya, Muhammad Kalundra Ratinggang di Instagram. Dalam postingan tersebut, pasangan ibu dan anak tersebut terlihat memamerkan kebersamaan mereka saat menjadi cover sebuah majalah.

Setelah melakukan diet ketat hingga berhasil turun 25 kg, kini penampilan istri dari Muhammad Irfan Ratinggang tersebut terlihat jauh berbeda. Namun, netizen justru menilai wajah Tya saat ini mirip dengan komedian Elly Sugigi.

“Kurus kok malah jadi mirip Mpok Elly ya @tya_ariestya?” ujar akun Instagram @lissa2868. Komentar senada juga diungkapkan akun @niaatriana yang menuliskan, “Eh iya ya kok mirip banget sama Mpok Ely?”

Komentar netizen tersebut pun ditanggapi oleh aktris I Love You Mas Bro itu. Dengan nada santai, Tya Ariestya mengaku tak mempermasalahkan komentar warganet. “Enggak papa dong, Mpok @ellysugigi_real_ juga cantik kok,” kata Tya Ariestya.*

Profesor Ahli Gizi Sebut 2 Kesalahan Buku Diet Tya Ariestya

Buku diet Tya Ariestya berjudul “The Journey of #FitTyaAriesTya” menuai kontroversi. Ini karena ada beberapa pernyataan dalam buku itu yang dinilai bertentangan dengan kesehatan gizi.

Terbaru, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, ikut mengkritik buku diet Tya Ariestya. Hardiansyah menilai ada dua kesalahan pernyataan dalam buku tersebut.

Pernyataan pertama adalah mengenai sayur bisa menghambat penurunan berat badan. Pernyataan kedua adalah Tya Ariestya mengklaim cara dietnya yang paling sehat di antara semua diet.

Untuk itu, Hardiansyah meminta Tya Ariestya mengoreksi pernyataan yang ia tulis dalam buku dietnya yang berjudul The Journey of #FitTyaAriesTya.

“Menurut saya kelemahan pernyataan yang tertulis di buku ini ada dua, dan tidak benar, yaitu pernyataan “…kalau sayur bisa menghambat penurunan berat badan…” dan pernyataan “… cara ini adalah cara paling sehat diantara banyak cara diet lainnya…” . Diharapkan pernyataan ini bisa dipertimbangkan untuk diralat oleh yang pemilik pernyataan,” ujar Prof. Hardinsyah dalam keterangannya, Rabu (10/3/2021).

Kedua pernyataan ini ada di buku yang ditulis Tya pada halaman 41 dan halaman 75. Jikapun ingin menulis pernyataan itu, kata Prof. Hardinsyah harus melampirkan bukti medis atau penelitian terbaru yang bisa dipertanggungjawabkan.

Khusus untuk diet, menurut Prof. Hadinsyah, setiap orang tidak bisa disamaratakan, karena kondisi setiap orang berbeda. Sehingga diet untuk satu orang berdasarkan saran ahli gizi, tidak bisa digunakan untuk semua orang.

“Ada banyak cara mencegah dan mengendalikan lemak tubuh, tapi tidak ada satu cara yang paling sehat untuk semua orang,” tutur Prof. Hardinsyah.

Meski begitu, Prof. Hardinsyah mengakui diet memang tidak mudah karena perlu kedisiplinan, kemampuan tubuh menerima efek samping, dan harus didampingi ahli medis profesional seperti ahli gizi, olahraga, bahkan psikolog.

“Selamat buat Tya yang semoga masih oke sampai sekarang. Biaya diet dan suplemen bisa murah, tapi biaya tenaga professional tentu tidak murah atau tidak semua bisa menjangkau, kecuali pertemanan,” tuturnya.

Sehingga saat seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, memang sangat sulit untuk mengendalikannya. Sehingga solusi terbaik adalah mencegah jangan sampai obesitas terjadi dengan menerapkan pola hidup sehat.

Hidup sehat dengan rutin berolahraga, pola makan seimbang karbohidrat, protein, serat dan vitamin dari sayuran dan buah, rutin mengonsumsi air putih, hingga cukup istirahat dan hindari stres berlebih