Kecam Aksi Lucinta Luna, Kirana Larasati Malah Balik Disinggung Netizen Soal Hobi Berkudanya

Selebriti Tanah Air Kirana Larasati baru saja memberikan kecamannya terhadap sikap Lucinta Luna yang dianggap telah menyalahi aturan. Kirana marah dan kesal lantaran mengetahui perilaku Lucita kepada seekor lumba-lumba beberapa waktu yang lalu.

Singkat cerita, Kirana tak membenarkan sikap Lucinta dan teman-temannya yang seolah menyiksa lumba-lumba. Hal itu lantaran Lucinta telah menunggangi lumba-lumba dan seakan menarik siripnya dengan kencang.

Namun baru-baru ini, salah seorang netizen malah ikut menyinggung Kirana pasca menyebut Lucinta telah menyiksa lumba-lumba. Netizen tersebut mengatakan bahwa hobi Kirana berkuda juga merupakan bentuk penyiksaan pada hewan.

Tak marah, Kirana malah mengatakan bahwa pertanyaan netizen tersebut bagus. Ia pun menjelaskan bahwa berkuda dan menunggangi lumba-lumba adalah dua hal yang berbeda.

Kirana mengatakan bahwa berat manusia dan kuda seperti perbandingan satu dan sepuluh. Kirana menyebut kuda tak akan mau diperintah bila tidak terjalin chemistry dengan penunggang. Bila hal itu terjadi maka kuda akan melempar bahkan menendang si penunggang.

“Pertanyaan bagus, pernah liat kuda? Berat mereka 1:10 dengan manusia. Jadi beneran deh, kalo mereka ga mau disuruh sesuatu, mereka akan nolak dan ya kamu dilempar begitu saja,” jelas Kirana melalui Story Instagram-nya. “Atau ditendang, penunggang dengan kuda itu adalah hubungan dengan consent: persetujuan satu sama lain.”

Kirana juga menegaskan bahwa kuda-kuda yang ia tunggangi telah dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang. Sehingga bisa dipastikan bahwa kuda yang ia tunggangi sangat sehat dan kuat. Kirana juga mengingatkan bahwa hubungan kuda dan manusia sudah ada sejak lama. Sehingga menunggangi kuda bagi manusia sudah bukan hal yang tabu lagi.

“Dua2nya terlibat secara physical dan emotional di hubungan itu sehingga kuda mau ditunggangin. Jelas kuda-kuda yang kami tunggangi juga kuda yang dirawat dengan baik, sehat, dan penuh kasih sayang,” pungkas Kirana. “Hubungan manusia dengan kuda sudah ada dari beribu tahun.”