Cerita Mahasiswa ITB Hobi Rebahan tapi Berhasil Raih Beasiswa Penuh di Korea

233 views

Malikah Najibah, seorang perempuan lulusan asal Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sukses menempuh pendidikan hingga S3 ke Negeri K-Pop dengan hobi rebahan.

Namanya kembali mencuat setelah rektor ITB membaca kesan mahasiswa dan mahasiswi selama berkuliah di ITB. Rektor ITB membacakan kesan pesan dan hobi Malikah yang ternyata adalah rebahan, sehingga mengundang gelak-tawa dari para wisudawan.

Meskipun memiliki hobi rebahan, Malikah berhasil mendapatkan beasiswa di Korea tepatnya di Korea Institute of Science and Technology (KIST) dengan beasiswa penuh.

Dikutip melalui laman Instagram dan channel YouTube miliknya, kini Malikah diketahui sudah berhasil diterima menjadi mahasiswi S3. Tak hanya itu, Malikah juga menceritakan bahwa dirinya sudah meraih banyak prestasi sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Kesan dan prestasi belajar. SD nggak belajar bisa ranking satu, SMP tetap nggak belajar tapi bisa ranking satu, SMA belajar dikit eh ranking satu juga. ITB belajar sampai ubun-ubun mendidih, tetap nggak bisa ranking satu,” ujar Malikah.

Semuanya tak di dapatkan dengan mudah. Menurut Malikah ,saat berkuliah di teknik kimia ITB tentu banyak stigma dan rintangan yang harus dihadapinya.

Meskipun begitu, Malikah bercerita bahwa kuliah di jurusan tersebut merupakan cita-citanya sejak SMP dan terinspirasi dari menonton Laptop si Unyil sepulang sekolah yang selalu menceritakan tentang dunia industri.

“Aku tau, pertanyaan ‘Anak perempuannya kuliah di mana?’ akan sangat keren jika dijawab ‘Kedokteran’. Aku tahu, susah untuk menjelaskan apa itu Fakultas Teknologi Industri ke orang-orang awam di sekitar rumah, atau beberapa orang yang beranggapan ‘Anak gadis kok kuliah di teknik sih?’,” tulis Malikah.

Malikah juga nampak mengunggah foto bersama orang tuanya di laman Instagram pribadinya sebagai ucapan terima kasih kepada orang tuanya karena selalu mendukungnya hingga di titik kesuksesannya saat ini.

“Terima kasih telah selalu ada dan senantiasa memanjatkan doa. Terlebih ibu yang rajin berpuasa supaya doa-doanya diaminkan oleh penghuni langit, di setiap hari ujianku telah tiba,” tutup Malikah.