Permalink to Ini Sosok Savas, Youtuber Dipenjara karena Tagih Utang ke Atta Halilintar

Ini Sosok Savas, Youtuber Dipenjara karena Tagih Utang ke Atta Halilintar

Seorang Youtuber bernama Savas harus berurusan dengan polisi setelah dituduh melakukan pencemaran nama baik terhadap Atta Halilintar dan keluarganya. Savas ditangkap di rumahnya di kawasan Bogor pekan lalu.

Penelusuran Medcom, Savas merupakan youtuber pemilik saluran Savas Fresh yang memiliki 5100 subscribers. Savas banyak mengisi Youtubenya dengan video reaksi sejumlah peristiwa aktual dan viral.

Bahkan, dia beberapa kali membuat video reaksi tentang pemberitaan mengenai Atta Halilintar. Mulai dari pernikahan Atta dan Aurel hingga kabar diretasnya saluran Youtube milik Atta.

Namun, video yang membuat Savas ditangkap adalah konten berjudul “Surat Terbuka untuk Atta Halilintar dan Gen Halilintar”. Dalam video itu, intinya Savas menagih utang yang dimiliki ibu Atta Halilintar, Lenggogeni.

Savas menyebut Lenggogeni memiliki utang sebesar Rp400 juta kepada wanita bernama Umi Aviv. Savas mengaku sebagai anak angkat Umi Aviv sehingga merasa tergerak menagihkan utang.

“Ini soalnya saya dapat cerita dari Ibu Umi, Ibu angkat saya. Saat mendengar ceritanya saya punya rasa iba dan saya angkat ke medsos kejadian di tahun 1997,” kata Savas.

Adapun utang pituang antara Lenggogeni dan Umi Aviv terjadi puluhan tahun silam ketika mereka masih sama-sama berada di Jerman. Savas mengaku sudah menagih ke Atta tapi tidak ada tanggapan.

Atta Halilintar sendiri pernah menanggapi tuduhan sang ibu memiliki utang seperti yang dilontarkan Savas. Dia tidak percaya sang ibu memiliki utang.

“Aku enggak ngerti juga, namanya enggak tahu utang apaan. Orang aku kayak gitu enggak percaya sih. Aku enggak tahu, enggak kenal. Aku enggak ngerti, orang tua aku dalam ngajarin aku yang baik, enggak pernah gitu ada utang,” kata Atta.

Meski awalnya terkesan santai, kesabaran Atta akhirnya habis. Dia melaporkan Savas ke polisi bulan lalu. Polisi bergerak cepat menangkap Savas.

“Kasusnya pencemaran nama baik. Ada fitnah melalui media elektronik dari Instagram ada, YouTube ada, TikTok juga ada,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah.