Permalink to Misteri Hilangnya YouTuber China Li Ziqi yang Berpenghasilan Miliaran Rupiah

Misteri Hilangnya YouTuber China Li Ziqi yang Berpenghasilan Miliaran Rupiah

YouTuber asal China, Li Ziqi, kembali menarik perhatian publik, karena dilaporkan telah menghilang dan lama tak membuat konten video di channel YouTube-nya. Banyak spekulasi yang membuat nasib Li Ziqi dipertanyakan, mulai dari kabar hiatus dari YouTube hingga terlibat kasus hukum.

Dikutip Vice, beberapa bulan terakhir perempuan berumur 30 tahun itu tak lagi aktif menyapa penggemar dengan video baru di YouTube. Banyak netizen khawatir hingga menanyakan keadaannya, berharap dia bisa aktif kembali menyediakan konten baru.

Biasanya, Li Ziqi menggunggah video baru setiap bulan. Terakhir, dia upload video pada Juli 2021 lalu, artinya hingga kini sudah dua bulan Ziqi vakum. Hal ini tidak biasa terjadi sejak Ziqi aktif di YouTube mulai tahun 2017.

Li Ziqi belum menjelaskan apa yang sedang dia alami, sehingga menghilang dari publik dan vakum membuat konten YouTube. Meski begitu, asisten Li Ziqi mengisyaratkan, bahwa artisnya itu telah menghadapi beberapa masalah.

Dalam posting Weibo pada 26 Agustus lalu, asisten Li Ziqi menyampaikan kabar mengejutkan, yang mengatakan bahwa Li Ziqi memutuskan rehat dan mundur dari YouTube. Ziqi menyadari dia terlalu banyak habiskan waktu membuat konten, dan punya niat untuk mengejar ketertinggalan pendidikannya.

Meski masih perlu dikonfirmasi, asistennya juga menyebut Li Ziqi belum lulus dari pendidikan sekolah menengah. Ziqi juga dilaporkan sedang terlibat kasus hukum, sehingga membuatnya memilih vakum dari YouTube.

Li Ziqi diduga terlibat kasus persaingan bisnis

Pada 30 Agustus, Li Ziqi mem-posting foto di Weibo yang menampilkan dirinya sedang mengajukan laporan di kantor polisi. Dalam balasan komentar di posting-an itu, Ziqi terlihat kesal dan sedikit marah.

“Saya selalu meminta pengacara mencatat segalanya, ini sangat menyeramkan! Bisnis memang (harus) punya trik yang bagus!” kata Li Ziqi dalam posting-an yang kini telah dihapus.

Pada kesempatan lainnya, asisten Li Ziqi juga mengatakan bahwa vlogger itu sedang menangani masalah yang melibatkan perusahaannya sendiri dan perusahaan pihak ketiga, tanpa memberikan rincian. Posting-an ini memicu desas-desus tentang perselisihan bisnis.

Li Ziqi memiliki saham 49 persen di sebuah perusahaan manajemen influencer bernama Hangzhou Weinian. Perusahaan itu menjalankan kampanye media sosial Li Ziqi dan mengelola brand makanan miliknya.

Li Ziqi adalah influencer paling berharga yang dikelola oleh Weinian. Perusahaan tersebut baru saja menerima investasi dari ByteDance, perusahaan induk Douyin dan TikTok.

Di sisi lain, ada isu bahwa Li Ziqi sengaja disingkirkan oleh pemerintah Xi Jinping. Di China, selebriti atau orang yang popular tampaknya telah menjadi ancaman. Popularitas dan kekayaan mereka dianggap mereka dianggap berisiko dan mengancam.

Profil Li Ziqi, youtuber kaya dari video desa
Li Ziqi memulai karier sebagai YouTuber dimulai pada tahun 2017, ketika ia merilis video pertamanya tentang cara membuat gaun dari kulit anggur. Hingga kini sudah ada 128 video yang di-upload Li di channel YouTube-nya.

Total viewers yang diraihnya pun tak main-main mencapai 2,5 miliar penonton. Ia bahkan raih penghargaan Guinness World Records dengan predikat channel YouTube berbahasa Mandarin dengan jumlah subscribers terbanyak.

Ziqi memuat konten video tentang kehidupan sehari-hari yang terlihat ‘sederhana’ mulai dari bercocok tanam, memasak, hingga membuat kerajinan tangan. Semua konten videonya itu mengambil latar belakang pedesaan.

Waktu awal merintis karier di YouTube, Li mengaku mengerjakan videonya seorang diri, mulai dari ide, proses syuting, hingga edit. Namun, saat ini ia dibantu dengan seorang videografer dan asistennya, tetapi ia masih mengarahkan semua videonya.

Li Ziqi selalu membuat video di tempat tinggalnya di Provinsi Sichuan, China Barat Daya. Penghasilan yang didapat Li Ziqi dari YouTube. Berdasarkan situs Social Blade, ia diprediksi memperoleh 93,2 ribu dolar AS (Rp 13,2 miliar) hingga 1,5 juta dolar AS (Rp 21 miliar) per tahun dari pendapatannya di YouTube.