Tolak Uang Rp18 M, Putri Mako asal Jepang Nikahi Pacar dari Rakyat Jelata

Putri Mako dari Jepang berani dan percaya diri melanggar tradisi Kekaisaran Jepang yang sudah diatur selama ratusan tahun.

Berdasarkan laporan The Times, Putri Mako keponakan Kaisar Naruhito berencana menikahi kekasih Kei Komuro, pada akhir tahun 2021, dia berencana untuk menolak pembayaran US$1,3 juta atau Rp18 miliar dari pemerintah Jepang yang secara tradisional dibayarkan kepada wanita kerajaan yang kehilangan status kerajaan mereka ketika menikah.

Putri Mako akan menyerahkan gelar kerajaannya untuk menikahi Komuro. Hukum di Jepang mengharuskan seorang putri untuk meninggalkan keluarga kekaisaran setelah menikah dengan rakyat jelata atau orang biasa atau non-bangsawan.

Putri Mako dan Komuro berencana untuk mengadakan pernikahan sederhana sebelum akhir tahun 2021.

Mereka, menurut lansiranThe Times, berencana untuk pindah ke Amerika Serikat. Komoru ingin meniti karier di sebuah firma hukum New York sambil menunggu hasil ujian hukumnya.

Putri Mako dan Komoru bertemu di sebuah restoran di Shibuya, Tokyo, saat keduanya menghadiri acara belajar untuk persiapan kuliah di luar negeri.

Kala itu, mereka berdua adalah mahasiswa di International Christian University di Tokyo.

“Pertama saya tertarik dengan senyum manisnya,” kata Mako mengenai Komoru seperti dikutipThe Telegraph.

Mereka kemudian menjalin hubungan jarak jauh secara diam-diam sementara Mako mengejar gelar master di Inggris.

Pada tahun 2013, Komuro melamar Putri Mako saat keduanya sedang menikmati makan malam romantis.

Mako dan Komuro secara resmi mengumumkan hubungan mereka kepada publik saat konferensi pers pada September 2017 untuk membahas rencana pernikahan mereka. Harapannya saat itu pernikahan mereka akan dilangsungkan pada November 2018.

Namun, pada Februari 2018, Rumah Tangga Kekaisaran Jepang mengumumkan penundaan pernikahan mereka hingga 2020.

Menurut media Jepang, penundaan itu diumumkan setelah muncul laporan tentang perselisihan uang antara ibu Komuro dan mantan tunangannya terkait pembiayaan pendidikan Komuro.