Permalink to Lahirkan 9 Bayi Sekaligus, Halima: Anugerah dari Allah SWT

Lahirkan 9 Bayi Sekaligus, Halima: Anugerah dari Allah SWT

255 views

Halima Cisse jadi perempuan pertama di dunia yang melahirkan 9 bayi sekaligus, 4 laki-laki dan 5 perempuan. Saat dilahirkan, berat badan masing-masing bayi sekitar 1 kilogram. Keluarbiasaan ini pun menjadi sorotan dunia sekarang. Meski sebetulnya kelahiran terjadi pada Mei 2021 lalu, tetapi banyak orang penasaran bagaimana kabar bayi-bayi tersebut sekarang.

Menurut laporan The Sun, Cisse diterbangkan dari Mali, Afrika Barat, ke Maroko, karena fasilitas kesehatan di sana tidak cukup membantu persalinan luar biasa tersebut. Perawatan persalinan hingga pasca persalinan diketahui seharga Rp19,5 miliar. “Mereka semua lahir dengan selamat. Setiap harinya, mereka tumbuh semakin kuat. Kami sangat bahagia bisa menjaganya,” kata Cisse pada Daily Mail, dikutip MNC Portal, Rabu (27/10/2021).

Kesembilan bayi Cisse memerlukan perawatan super intensif di rumah sakit dalam beberapa bulan. Itu kenapa, ia sangat berharap segera bisa membawa anak-anaknya itu pulang ke rumah, terlebih kondisi mereka sudah semakin baik setiap harinya. “Kami ingin segera meninggalkan perawatan medis, sehingga kami dapat membawa mereka pulang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menjelang enam bulan masa perawatan, Cisse dan suaminya, Kader Arby merayakan momen istimewa itu dengan melakukan pemotretan. Foto-fotonya pun kini sudah bisa dilihat di media sosial, amat menyentuh sekaligus menggemaskan.

Buat yang penasaran dengan nama anak-anaknya, Cisse dengan senang hati memberitahu. Untuk anak laki-laki, mereka adalah Oumar, Elhadji, Bah, dan Mohammed VI. Sementara, kelima anak perempuannya diberi nama Adama, Oumou, Hawa, Kadidia, dan Fatouma.

Hal luar biasa lainnya yang dialami keluarga besar ini adalah Menteri Kesehatan Mali, Djaminatou Sangare sampai terbang khusus mengunjungi keluarga Cisse dan Kader.

#Ganti 100 popok setiap hari

Kesembilan bayi itu diketahui keluar dari inkubator pada Agustus 2021. Ada kisah menarik di masa perawatan pasca persalinan kesembilan bayi tersebut. Menurut penuturan Halima, dirinya mesti mengganti 100 popok setiap harinya dan enam liter susu. Halima mengaku begitu berat melewati fase tersebut, meski begitu kini kekuatannya sudah kembali.

“Melahirkan satu anak saja sudah cukup melelahkan, bayangkan ini sembilan anak,” katanya. “Begitu berat pekerjaan merawat kesembilan bayi, itu kenapa saya amat berterima kasih kepada tim medis yang ikut merawat bayi-bayi kami. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Mali yang sudah mendanai semua ini,” lanjutnya.

#Momen tak terlupakan saat melahirkan

Halima sendiri melahirkan kesembilan bayinya secara caesar ditemani saudari perempuannya, Aisha. Di momen persalinan itu, banyak pertanyaan di benaknya seraya tubuhnya merasa ada sesuatu yang keluar berturut-turut dari perutnya. “Saat persalinan berlangsung, kakak perempuan saya memegangi tangan saya, sementara itu otak saya berpikir bagaimana saya akan menjaga semua anak-anak itu dan siapa yang akan membantu saya?” kenang Halima.

Halima sendiri sempat diprediksi meninggal dunia oleh para dokter, karena kondisi tubuhnya yang tidak stabil dan amat lemah. Ia kehilangan banyak darah. Berat perut Halima saat hamil diketahui 30 kilogram.

Kader dikabarkan tidak hadir di momen persalinan itu. Ia mengalami kendala akibat pembatasan di masa pandemi Covid-19. Ia baru bisa menemui istri dan bayi-bayinya pada 9 Juli, sekitar 2 bulan pasca melahirkan.

#Semua adalah anugerah dari Tuhan

Berbicara pada Daily Mail, hal yang menjadi kekhawatirannya sekarang adalah masalah finansial. Sebagai pelaut di Angkatan Laut, ia hidup sederhana. Mereka tinggal di rumah kecil dengan tiga kamar tidur, yang mana artinya sekarang mesti mereka rombak rumahnya demi bisa menampung 10 anak-anaknya. Ya, sebelum melahirkan 9 bayi, pasangan yang menikah pada 2017 itu sudah dikaruniai satu orang anak perempuan bernama Souda.

“Meski begitu banyak hal yang kami khawatirkan, tapi sebisa mungkin kami membawa pikiran positif di keluarga. Kami ingin lebih fokus merawat anak-anak kami dan bisa segera membawanya pulang ke Mali. Saya juga yakin istri saya membutuhkan banyak istirahat,” ungkap Kader.

Di sisi lain, Halima dan Kader merasa keberkahan yang menghampiri mereka tak putus-putus. Ya, mereka menerangkan bahwa banyak sekali orang yang memberi mereka dukungan, bahkan dari berbagai penjuru dunia. “Kelahiran 9 bayi secara sekaligus bagi kami tidak diketahui alasannya, selain karena anugerah dari Allah SWT. Anak-anak ini adalah hadiah dari-Nya,” kata Kader yang merupakan seorang Muslim yang taat.